20 Pantangan yang harus dihindari saat anda berkomunikasi dengan orang lain
- Jangan memotong pembicaraan orang lain
- Jangan berteriak: “tenaaanggg!, diaaaammm!”.
- Jangan bereaksi secara berlebih dan emosional. Sebaliknya, pusatkan perhatianmu kepada hasil
- Jangan mengeluh. Sebaliknya, tujulah orang yang tepat dan bicaralah dengannya untuk menyelesaikan problem yang ada
- Jangan mengaku bahwa anda mengetahui perasaan orang lain dan keinginan mereka. Sebaliknya, tanyakan kepada mereka tentang hal itu
- Jangan GR bahwa orang lain dapat mengetahui perasaan dan keinginan anda. Sebaliknya, ungkapkan apa yang anda rasakan kepada mereka
- Jangan menghina siapapun dan hargailah pendapat orang lain
- Jangan melakukan kritikan atau celaan kepada siapapun, khususnya di hadapan khalayak
- Jangan mendebat. Sebaliknya, dengarkan, dan sampaikan dengan jelas sudut pandang anda
- Jangan mengancam, sebab hal itu akan membawa akibat buruk sepanjang masa
- Jangan bersikap negative, bukalah dada anda untuk menerima usulan-usulan baru
- Jangan memborong hak berbicara, beri kesempatan orang lain untuk ikut serta berbicara
- Bersikaplah adil dan jangan ngeblok ke salah satu pihak .
- Jangan mencela, namun, bertanggung jawablah
- Jangan ngeloyor pergi saat seseorang berbicara kepada anda, tunggu dan dengarkanlah
- Jangan sering-sering menjeneralisir, seperti: selalu … selamanya … semuanya …
- Jangan pergunakan kalimat: “Seharusnya begini …”, gantilah dengan kalimat: “bagaimana kalau begini …”.
- Jangan pergunakan kalimat berikut:
- “akan tetapi”, gantilah dengan “dan”
- “kenapa”, gantilah dengan “apa”
- “kalau saja”, gantilah dengan “saat”
- “Coba…”, gantilah dengan “lakukan…”
- Jangan memandang kecil urusan orang lain, namun, perbanyaklah memuji
- Janganlah melalaikan problem personal orang lain, justru, tampakkan simpatimu, perhatianmu dan keinginanmu untuk memahaminya
http://sidisalem.ahlamontada.net/t4352-topic
Dikutip dari buku: أَسْرَارُ قَادَةُ التَّمَيُّزُ (rahasia-rahasia sukses para pemimpin excellent), yang ditulis oleh DR. Ibrahim alfaqiy






0 komentar:
Posting Komentar