Setidaknya, ada tiga kategori aktifis dakwah. PERTAMA, mereka yang
telah lama berdakwah dan masih ada di jalan dakwah. KEDUA, mereka yang
ada di jalan dakwah tetapi semangatnya sedang melemah. Dan KETIGA,
mereka yang futur dari jalan dakwah. Buku ini diawali dengan penyadaran
kembali mengapa kita merindukan jalan dakwah. Bahwa dakwah
"satu-satunya" adalah jalan yang disediakan Allah bagi hamba-Nya yang
dibeli-Nya dengan harga surga. Maka dakwah memiliki sejumlah keutamaan
yang sangat luar biasa.
Karena merupakan pekerjaan besar yang
mulia dan berujung surga, jalan dakwah akan selalu berhadapan dengan
ujian. Bagaimana aktifis dakwah menghadapi ujian itu, demikianlah ia
akan lulus sebagai dai yang istiqamah atau terjatuh di jalan dakwah.
Penulis (Umar Hidayat) membagi manusia ke dalam empat tipe ketika
menghadapi ujian.
Ada manusia yang bertipe LEMPENG BESI.
Seperti besi yang tahan panas lalu lama-lama memuai bahkan leleh,
manusia tipe ini kuat bertahan pada awal ujian. Tetapi ketika ujian itu
berlanjut, ia mulai melemah dan akhirnya kalah.
Ada yang
tipenya KAYU RAPUH. Sedikit saja mendapatkan ujian ia akan putus asa.
Bisa jadi dari luar kelihatan bagus, tetapi dalamnya rapuh. Dan itu
terlihat nyata saat ujian datang kepadanya.
Ada pula manusia
yang bertipe KAPAS. Mendapat tekanan, ia kembali ke bentuk semula. Ia
bisa kembali bersemangat dan giat, meskipun saat mendapatkan ujian ia
tertekan.
Dan yang paling hebat adalah tipe BOLA PINGPONG.
Seberapa besar ujian datang, sebesar itulah ia bersemangat, bekerja,
berharakah, berkontribusi dalam dakwah. Ujian hanya membuatnya semakin
kuat dan berpengalaman.
UJIAN DAKWAH SEBUAH KENISCAYAAN
Dengan adanya ujian, sampailah seseorang kepada kedudukan mulia yang
sebenarnya. Melalui jembatan itu ia diuji agar nyata sebagai orang yang
terpuji. Melalui ujian, seseorang ditempa untuk mampu menghadapi godaan
yang membinasakan. Baik itu hawa nafsu, nafsu jiwa, syaitan maupun
dunia. Ujian yang dihadapi manusia pada hakikatnya berada dalam empat
hal yang membinasakan itu, termasuk ujian dalam dakwah. Apakah dengan
ujian itu ia mampu memenangkan imannya, atau ia terjatuh mengumbar hawa,
menuruti nafsu, terbujuk syetan atau tertawan dunia. Ujian –termasuk
dalam dakwah- juga harus ada karena melalui ujian itulah seseorang
mendapati derajatnya meninggi.
BERSIAPLAH MENGHADAPI UJIAN DAKWAH
PERTAMA, mengokohkan keyakinan. Mengokohkan iman. Bahwa Allah SWT yang
telah mewajibkan dakwah, maka Dia pula yang akan memberikan kekuatan
kepada pengusungnya untuk kuat menanggung beban itu berikut segala ujian
yang dihadapinya.
KEDUA, menguatkan tekad dan semangat dengan
terus menyadari bahwa balasan surga menanti bagi dai yang ikhlas
menempuh jalan ini. Senantiasa mendekat kepada-Nya dan memperbaiki
kualitas hubungan dengan-Nya menjadikan seprang aktifis dakwah memiliki
kekuatan tekad dan harapan mendapatkan surga terpancar di hadapannya.
Setiap kali ujian menerpa, aktifis dakwah bisa mengingatkan dirinya
bahwa jika ia menyerah maka surga takkan pernah diraihnya. Namun jika ia
istiqamah, kesulitan yang membuatnya lelah dan berdarah-darah pastilah
tidak seberapa jika dibandingkan dengan balasan berupa surga.
KETIGA, terus bekerja keras. Terus beraktifitas dalam dakwah. Terus
melangkah di jalan dakwah. Sebab dengan terus bekerja, keyakinan akan
membuncah, keraguan terhapuskan dan ujian terasa lebih ringan. Kerja
keras adalah ekspresi keteguhan, sekaligus bukti bahwa kita merindukan
jalan dakwah.
KEEMPAT, mengambil hikmah dari segala kejadian,
termasuk kekalahan. Ketika dakwah berjalan sekian lama tetapi kemenangan
belum kunjung tiba, sebagian orang menganggapnya sebagai kekalahan.
Kalaupun itu dianggap kekalahan, seharusnya kita mampu mengambil
hikmahnya dan memperbaiki diri serta jamaah untuk mendobrak kemenangan.
Seperti perang Uhud yang tak pernah lagi terulang. Boleh kalah, tetapi
sebab kekalahan tak boleh terulang.
KELIMA, selalu berdoa.
Sebab dakwah ini adalah tugas dari Allah dan Dia-lah yang kuasa
memenangkannya. Dia pula yang telah menurunkan ujian dan kuasa untuk
menguatkan hamba-Nya. Maka berdoa adalah senjata yang tak boleh tanggal
dari jalan dakwah kita.
KEENAM, senada dengan poin pertama dan
kelima, yakinlah bahwa Allah senantiasa akan menolong hamba-Nya yang
tengah berdakwah, berjuang menolong agama-Nya.
ISLAM SEBAGAI SOLUSI
Bagaimana mungkin seseorang yang menyatakan memperjuangkan Islam tetapi
ketika ada masalah mengambil sesuatu di luar Islam sebagai solusinya?
Maka amal-amal islami harus ditingkatkan, jumlah aktifis dakwah
diperbanyak sekaligus kualitasnya ditingkatkan, maksiat ditinggalkan tak
boleh diteruskan, shalat malam dibiasakan dan terus menerus memperbarui
iman.
Banyak ulasan bermanfaat dan sarat hikmah dalam buku
Merindukan Jalan Dakwah. Semoga review yang singkat ini menjadi motivasi
tersendiri bagi kita untuk membaca sendiri buku itu.
0 komentar:
Posting Komentar